Hallo
semua, apa kabar??? semoga baik-baik saja dan sehat selalu. Aamiin...
Kali ini Bang Salman akan membahas tentang Ilmu
Agama yaitu tentang Pengertian
Jin dan Setan, serta Bagaimana Menjauhi Godaan dan Tipu Dayanya. Daripada penasaran, Oke
langsung saja ke pembahasannya. CEKIDOT.....
Jin menurut bahasa berarti
sesuatu yg tersembunyi dan halus. Sedangkan setan ialah tiap yg durhaka dari
golongan jin manusia atau hewan. Dia dinamakan jin disebabkan tersembunyi-nya
dari mata . Jin diciptakan dari api yg sangat panas .Jin adl makhluk Allah yg
mempunyai kemampuan mengubah diri dgn berbagai bentuk. Mereka makan minum kawin
dan beranak-pinak. Membisikkan dan menggoda manusia. Dapat melihat manusia
tidak sebaliknya. ” Sesungguhnya ia dan
pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yg kamu tidak bisa melihat
mereka “. . Di antara mereka
ada yg beriman juga ada yg kafir . Golongan yg kafir adl setan. Mereka takut
pada manusia. Mereka makhluk lemah. Suka mencari rahasia langit tetapi mereka
diusir dgn panah api .
Dalam sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
” Setan menampakkan dirinya ketika aku shalat
atas pertolongan Allah aku dapat mencekiknya hingga kurasakan dingin air
liurnya di tanganku jika tidak disebabkan doa saudaraku Nabi Sulaiman pasti
kubunuh dia “.
Berubah Bentuk Setan pernah menampakkan diri dalam wujud orang tua kepada kaum Quraisy sebanyak dua kali. Pertama ; ketika suku Quraisy berkonspirasi untuktk membunuh Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam di Mekkah. Kedua ; pada perang Badar
lihat Surat Al Anfal 48. Jin beranak pinak dan berkembang biak . Tempat-tempat Jin
Jin mendiami bumi sebelum adanya manusia dan kemudian tinggal bersama manusia.
Tinggal di rumah bersama manusia tidur di ranjang yg tidak ditiduri. Tempat yg
paling disenangi adl WC. Sebab WC tempat manusia membuka aurat.
Untuk membentengi kita dari godaan setan dan
tipu dayanya, kita bisa melakukan beberapa hal berikut, yaitu:
a) Ikhlas dan Mengikuti sunnah Rasulullah –
shallallahu ‘alaihi wa sallam -
Ikhlas dan mengikuti sunah Rasulullah –
shallallahu ‘alaihi wa sallam – adalah dua pondasi utama diterimanya amalan.
Karenanya, pertama kali yang dilakukan setan adalah menggoda keturunan adam
agar menyekutukan Allah, jika tidak bisa maka ia akan berusaha untuk
menjerumuskan keturunan adam ke dalam lubang kebid’ahan. Karenanya, ikhlas dan
mengikkuti sunnah Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – merupakan dua
benteng kokoh bagi seseorang dari godaan setan.
Allah menegaskan,
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
“Iblis menjawab, ‘Demi kekuasaan Engkau, aku
akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara
mereka.’” (Shaad : 82-83)
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah
jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti
jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari
jalan-Nya.” (al-An’am : 153)
Ayat ini dengan tegas menjelaskan, bahwa
mengikuti jalan Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – akan membentengi
seseorang dari mengikuti jalan-jalan yang lain, seperti setan dan para
pengikutnya.
b) Beriman dan bertawakal
Iman adalah keyakinan yang diucapkan dengan
lisan, dibenarkan oleh hati, dan diamalkan oleh anggota tubuh, bertambah dengan
ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Adapun tawakkal adalah bertumpu
kepada Allah dalam segala hal yang diiringi oleh usaha.
Allah menegaskan,
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (٩٩)إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ (١٠٠)
c) Bertakwa dan banyak istighfar
Takwa adalah menjalankan perintah Allah dan
menjauhi larangan-Nya sebagai benteng dari adzab-Nya. Adapun istighfar adalah
memohon ampunan dari Allah. Seseorang yang bertakwa kepada Allah, niscaya
ketakwaannya akan melindungi ia dari godaan setan. Dan jika memang suatu saat
ia terjerumus dalam kemaksiatan, maka ia segera bertaubat dengan taubat nasuha.
Allah berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila
mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu
juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (al A’raf : 201)
d) Dzikir Mengingat Allah
Seorang muslim yang tidak mengingat Allah,
niscaya setan akan menguasai hatinya dan membisikinya dengan berbagai macam
bisikan. Maka, dzikir adalah senjata ampuh untuk mematahkan godaan setan.
Sehingga orang yang senantiasa berdizikir, insya Allah dijauhkan dari godaan
setan, adapun orang-orang yang lalai akan menjadi sasaran empuk setan.
Allah menegaskan,
وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran
Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), Kami adakan baginya setan (yang
menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.”
(al-A’raf: 36)
e) Membaca Al Quran
Jika dzikir bisa menjadi benteng dari setan,
maka membaca Al Quran tentu lebih utama menjadi benteng dari godaan setan,
karena Al Quran adalah sebaik-baik dzikir dan yang paling sempurna.
Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam –
menegaskan,
لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
“Jangan kalian jadikan rumah-rumah kalian
kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat
al-Baqarah.” (diriwayatkan oleh Muslim 2/188)
f) Memohon kepada Allah perlindungan dari
setan
Memohon perlindungan dari setan kepada Allah
adalah perintah syariat, karena Allah telah memerintahkan hal ini dalam Al
Quran, demikian juga Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – memerintahkan
hal ini melalui sunahnya, kemudian Allah berjanji akan memberi perlindungan
kepada orang yang meminta perlindungan kepada-Nya, Allah akan menjaganya.
Allah berfirman,
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu
gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah, sesungguhnya Dia-lah yang
Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (Fushilat : 36)
Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam –
bersabda,
“Setan akan mendatangi seseorang di antara
kalian, lalu ia membisikkan kepadamu, ‘Siapa yang menciptakan ini? Dan siapa
yang menciptakan itu?’ Hingga setan berkata, ‘Siapa yang menciptakan tuhanmu?’
Jika demikian ini terjadi, maka mintalah perlindungan Allah.” (diriwayatkan
oleh Bukhari 4/92)
Karenanya, sudah selayaknya kita memohon
perlindungan kepada Allah dari godaan setan dan tipu dayanya.
Lihatlah, bagaimana istri Imran meminta
perlindungan dari godaan setan untuk anaknya dan keturunannya, maka Allah pun mengabulkan
permintaan istri Imran.
g) Menjauhi jerat-jerat setan
Jika seseorang telah meyakini bahwa setan akan
menempuh segala cara untuk menyesatkan manusia dan membinasakannya, maka ia
harus waspada dan hati-hati bahkan harus melawan dengan sekuat tenaganya.
Karena setan terus berusaha untuk menghiasai kemaksiatan, setan berusaha
memalingkan seseorang dari Allah, ia terus berusaha merusak agama seseorang dan
membisikinya, ia terus berusaha menjerumuskan manusia dalam kemaksiatan secara
bertahap, ia terus berusaha untuk melalaikan manusia dari beribadah, dan ia
terus berusaha untuk menyalakan api permusuhan dan kebencian antara kaum
muslimin.
Ingatlah sabda Nabi – shallallahu ‘alaihi wa
sallam – ,
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَىْءٍ مِنْ شَأْنِهِ حَتَّى يَحْضُرَهُ عِنْدَ طَعَامِهِ
“Sesungguhnya setan terus akan medatangi kalian
di setiap perkara kali, bahan setan juga mendatangi kalian saat kalian makan,”
(diriwayatkan oleh Muslim 3/1607)
h) Menjauhi semua pintu-pintu setan untuk menguasai
kita
Jika seseorang ingin selamat dari godaan setan
dan tipu dayanya, maka ia harus menjauhi pintu-pintu setan untuk menguasai
dirinya.
Ia harus menjauhi kekufuran, kesyirikan,
berpaling dari Allah, takut kepada setan dan keturunannya, meminta pertolongan
setan, menaati dan mengikuti langkah-langkah setan, kerasnya hati, dan
kemaksiatan dengan segala macam bentuknya. Karena ini semua adalah pintu-pintu
setan untuk menjerat manusia.
Hati hatilah…, sesungguhnya setan menggoda
manusia dan menyesatkannya untuk menjadikan manusia sebagai penghuni neraka,
menjadikan mereka menyesal di hari yang tidak bermanfaat penyesalan,
menumbuhkan permusuhan dan kedengkian, dan menjadikan mereka termasuk
orang-orang yang lalai dari beribadah kepada Allah.
Ingatlah selalu, bahwa setan adalah musuh
bebuyutan kita. Allah – ‘Azza wa Jalla – menegaskan,
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu,
maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak
golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir
: 6 )
Demikian artikel kali ini, semoga Allah
senantiasa menjaga kita dari godaan setan dan tipu dayanya. Aamiin…
Trima Kasih…..

0 Response to "Pengertian Jin dan Setan, serta Bagaimana Menjauhi Godaan dan Tipu Dayanya"
Posting Komentar